Buka – bukaan dengan suami

Banyak orang menganggap dalam sebuah hubungan yang
terjalin dengan baik, kita tak perlu lagi bicara soal seks. Toh,
aktivitas seks itu untuk dilakukan, bukan dibicarakan. Ehm, jika itu
merupakan adegan film, mungkin bisa. Namun, dalam kehidupan nyata dan
dalam sebuah hubungan yang kuat, bicara tentang seks justru sangat penting.

Ann Rosen Spector, PhD, seksolog Philadephia, Amerika Serikat,
mengatakan, banyak orang melihat seks sebagai sebuah kebutuhan biologis
saja, seperti halnya kebutuhan bernapas. Padahal, seks juga merupakan
sebuah perjalanan bersikap. Jika kita tidak mempelajari sikap ini, kita
tidak akan pernah memahami seks itu sendiri.

*Bicara terbuka*

Mengapa kita cenderung diam saat diminta sharing mengenai seks?
Menurut psikolog Carolyn Bushong, L.P.C, dalam bukunya, Bring Back the
Man You Fell in Love With, hal ini disebabkan orientasi seks, gairah,
dan rasa ingin dicintai, berhubungan langsung dengan harga diri kita.
Rasa ragu dan takut membuat kita merasa tidak nyaman untuk berbagi.
Meski Anda mencintai pasangan, rasa cinta ini justru membuat kondisi
semakin sulit. Anda takut jika komplain pada pasangan, dia akan
tersinggung dan marah.

Padahal, membicarakan masalah seks secara terbuka bisa mencegah berbagai
masalah yang tidak perlu muncul dalam sebuah hubungan.Sebaliknya, jika
masalah-masalah dalam hubungan seksual tidak dibicarakan, salah satu
pasangan atau malah keduanya akan menjauh. Akibatnya, hubungan bisa
semakin buruk.

*Kebutuhan, bukan kesalahan*

Kunci keberhasilan membicarakan soal seks dengan pasangan sebenarnya
terletak pada cara kita mengungkapkannya. Ada perbedaan besar antara
menuntut dan meminta. Begitu kata Sharyn Wolf, C.S.W., psikolog dan
penulis buku How to Stay Lovers for Life.

Ketika menuntut, Anda akan fokus pada kekurangan dan kesalahannya.
Sementara meminta, Anda akan lebih mementingkan keinginan dan kebutuhan.
Jadi, mari berpikir dan berkata, bukan tentang ketidaksukaan Anda,
melainkan tentang bagaimana mendapatkan lebih banyak apa yang Anda suka.

Berikut beberapa situasi sulit dalam membicarakan masalah seks dengan
pasangan dan trik menyelesaikannya.

** Situasi: Anda tidak suka gayanya mencium*.
Sebaiknya Anda katakan: “Aku lebih suka kalau kamu mencium seperti ini”
(sambil mencontohkan gayanya).

*Alasannya*: Banyak orang mengatakan, bahwa berciuman adalah aktivitas
yang paling pribadi. Saat berciuman, kita bisa menyelami dan merasakan
respons pasangan. Jika Anda mencium si dia dengan cara Anda dan
mengatakan, “Ciuman seperti ini membuatku sangat bergairah,” biasanya
pasangan akan merespons positif dan melakukan ciuman tersebut.

Jika ia berhasil menyenangkan Anda, ia akan merasa sebagai lelaki hebat.

** Situasi: Pasangan ingin mencoba sebuah gaya bercinta yang tidak
nyaman untuk Anda.*
Sebaiknya Anda katakan: “Sepertinya itu bukan gaya yang aku kuasai, tapi
kita lihat saja….”

*Alasannya*: Borgol, baju, bulu, atau hal asing lainnya belum tentu
membuat tidak nyaman. Mengapa tidak coba menikmati hal-hal yang belum
Anda ketahui sensasinya? Mungkin saja Anda malah menemukan kesenangan.
Toh, Anda bisa membuat kesepakatan dengan pasangan bahwa jika Anda
memberi sinyal “stop”, artinya Anda tidak nyaman. Namun, Anda perlu
berkata tegas untuk hal-hal yang menjadi prinsip. Misal, ia meminta
threesome dan Anda sama sekali tidak menginginkannya. Hindari
mengatakan, “Tidak untuk saat ini…” Lebih baik katakan, “Aku cinta
kamu, tapi tidak untuk yang satu itu.”

** Situasi: Anda masih ingin bermesraan setelah bercinta*.
Sebaiknya Anda katakan: “Aku menikmati saat bercinta denganmu, tapi
sepertinya kamu tidak mau bermesraan lagi setelah bercinta. Padahal, aku
masih ingin bersama kamu. Kenapa sih, Yang?”

*Alasannya*: Pilihan waktu yang tepat sangat penting. Jangan mengatakan
hal ini saat selesai bercinta dan ia memunggungi Anda. Lebih baik cari
waktu santai lain agar Anda bisa mendapatkan jawabannya. Mungkin saja ia
hanya butuh waktu lima menit untuk dirinya sendiri setelah bercinta dan
siap merapat lagi jika Anda tidak menonton TV. Carilah jalan tengah
untuk kenyamanan berdua.

** Situasi: Anda terlalu malu untuk berbagi fantasi dengan pasangan*.
Sebaiknya Anda katakan: “Kita buat daftar 10 hal yang kamu dan aku
fantasikan, yuk! Nanti kita lihat ada kesamaan nggak, ya?”

*Alasannya*: Cara ini akan membuat Anda lupa dengan rasa malu tadi.
Rasanya tidak akan canggung lagi jika Anda berdua menyukai ide ini. Dia
pasti tidak sabar menunggu ide Anda selanjutnya untuk mewujudkan fantasi
itu.

** Situasi: Anda sedang tidak merasa bergairah padanya seperti biasa*.
Sebaiknya Anda katakan: “Kencan, yuk!”

*Alasannya*: Gairah hilang biasa terjadi, terutama untuk hubungan yang
sudah terjalin cukup lama atau Anda (atau dia) tidak lagi menjaga
stamina lewat olahraga. Untuk mengembalikan gairah ini, Anda bisa
mencoba kencan di malam hari dan tidak harus selalu di akhir pekan,
asalkan Anda siap meluangkan waktu.

** Situasi: Pasangan punya masalah dengan ereksi atau ejakulas*i.
Sebaiknya Anda katakan: “Apakah ada hal yang bisa membuat bergairah dan
kita belum mencobanya?”

*Alasannya*: Ini salah satu cara sopan membuka percakapan untuk masalah
ini. Jangan diam saja karena ia akan berpikir Anda menilainya
macam-macam. Namun, jangan tanyakan hal ini di tempat tidur agar ia
tidak tersinggung. Anda bisa menyarankannya berolahraga atau minum
suplemen. Namun, jika cara ini tak berhasil juga, cobalah ajak ia
bertemu seksolog untuk menemukan solusinya.

** Situasi: Anda bosan dengan rutinitas kehidupan seksual*.
Sebaiknya Anda katakan: “Pssst…aku punya ide…”

*Alasannya*: Lelaki tidak selalu ingin perempuan hanya menjadi penjaga
gawang yang baru beraksi saat bola menyerangnya. Mereka juga ingin
perempuan bisa berinisiatif memulai bercinta. Jika Anda mengatakan “Aku
bosan” atau “Kita tidak pernah…,” itu tidak seksi. Namun jika Anda
mengatakan, “Apa yang bisa kita lakukan untuk membuat ‘permainan’ makin
menyenangkan dan menantang, ya?”, itu baru seksi. Mau yang lebih seksi?
Belikan dia celana pendek berbahan halus, nyalakan lilin, dan siapkan
bath tub. Atau buat acara berlibur ke luar kota di akhir pekan.

** Situasi: Anda ingin mengatakan apa yang bisa membuat Anda orgasme*.
Sebaiknya Anda katakan: “Mmmmmmm….(saat Anda merasakan benar-benar
nikmat di satu “titik”)

*Alasannya*: Daripada Anda mengarahkan dengan kata-kata seperti “ke
kiri” atau “ke kanan”, lebih baik gunakan bahasa tubuh saja. Anda juga
bisa mengarahkan tangannya ke bagian tubuh yang ingin disentuh. Atau
juga bisa menyentuh tubuh Anda sendiri, lalu berikan senyum terseksi
Anda dan katakan, “Di sini!” Dijamin dia takkan berkata-kata dan patuh
pada perintah Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s