Salahkah seorang ikhwan memilih calon istri yang cantik

by Ummu Raihanah

Kecantikan tetap merupakan daya tarik yang memikat setiap lelaki di
dunia ini. Wajarlah jika para produsen menggunakan jasa wanita cantik
untuk melariskan barang dagangan mereka dan memang tak bisa dipungkiri!
Begitupula masalah memilih pasangan hidup tentu setiap lelaki memiliki
kriteria tertentu tentang calon istri yang akan di nikahinya. Kalau mau
jujur dalam setiap kriteria itu diantara salah satunya adalah
menginginkan calon istrinya berwajah cantik atau sedap dipandang mata,
tidak membosankan. Salahkah bila seorang ikhwan menghendaki atau
menginginkan seorang istri yang cantik?

Wahai ukhti saudariku,.. jangan bersungut dahulu menyalahkan si ikhwan
yang berselera demikian. Karena pernikahan itu sendiri adalah ibadah,
terkadang iman akan naik dan turun. Tentunya sangat membutuhkan
sebab-sebab yang dapat merekatkan tali pernikahan dimasa mendatang. Bila
kecantikan adalah merupakan daya tarik bagi si ikhwan itu yang nantinya
akan mengekalkan hubungan percintaan (pernikahan)dan kasih sayangnya
kepada wanita yang akan di nikahinya maka islam tidaklah melarangnya.
Karena ia adalah/ fitrah/ atau naluri yang Allah subhanahu wata’ala
ciptakan untuk manusia. Coba kita simak hadits berikut ini, dari Abu
Hurairah radiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu alaihi wassalam beliau
bersabda:

“wanita itu biasa dinikahi karena empat perkara: karena hartanya,
karena kemuliaan keturunannya, karena kecantikannya dan karena
agamanya. Maka pilihlah yang beragama, karena kalau tidak niscaya
engkau akan merugi”

Dalam hadits diatas menjelaskan kepada kita tentang *adat* atau
*kebiasaan* laki-laki menikahi wanita karena salah satu dari empat
perkara diatas.Yaitu diantara mereka mengutamakan (cenderung) kepada
harta, kemulian keturunannya (nasabnya), *kecantikannya*, dan karena
agama si wanita tersebut.Kemudian Nabi kita yang mulia memberikan
petunjuk kepada kita agar memilih yang tertinggi dan termulia yang akan
memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat yaitu pilihlah yang
beragama.Yaitu pilihlah wanita karena keshalihahannya.

Tetapi hal ini *tidak berarti* bahwa laki-laki *tidak boleh* memilih
wanita yang cantik dan seterusnya. *Tidak demikian!* Ini adalah sebuah
*kesalahan* di dalam memahami hadits. Akan tetapi maksudnya -Insya
Allah- seperti ini:

Misalnya ada seorang laki-laki memilih wanita yang cantik parasnya.
Kemudian dia melihat apakah pilihannya seorang wanita shalihah? Kalau
jawabannya adalah: ‘ya’ maka dia boleh melanjutkan pilihannya.
Kiaskanlah dengan keistimewaan yang lainnya! Tetapi kalau jawabannya
‘tidak’, maka dia dihadapkan kepada dua pilihan yang salah satunya harus
dia tentukan dan tetapkan. Kalaupun dia melanjutkan pilihannya berarti
dia telah mendahulukan kecantikan dari keshalihan.Kalaupun dia
membatalkan pilihannya berarti dia telah mendahulukan keshalihan (agama)
dari kecantikan. Atau ketika akan memilih dia menentukan sesuai dengan
apa yang dia mau atau sesuai dengan seleranya misalnya: “Saya akan
memilih wanita yang cantik, yang tinggi, yang putih, yang begini dan
begitu dan seterusnya.” Pilihan yang seperti ini *dibolehkan* dan agama
tidak pernah melarangnya.Karena memang berjalan dengan fitrah manusia.
Oleh karena itu Nabi kita shalallahu alaihi wassalam mengatakan: “Wanita
itu biasa dinikahi karena empat perkara…”

Akan tetapi tetap saja *penentuan akhirnya* ada pada agama si akhwat
tersebut, sebagaimana sabda Nabi mengakhiri dan menutup sabdanya: *Maka
pilihlah yang beragama!* Maksudnya janganlah kau kalahkan agamamu dengan
segala kecantikan dan harta benda duniawi. Padahal sebaik-baik
kesenangan, kemewahan, harta benda dunia adalah wanita shalihah. Kalau
pilihanmu jatuh pada wanita shalihah berarti engkau telah memiliki harta
benda dan kesenangan dunia yang terbaik. Istimewa kalau wanita shalihah
pilihanmu itu seperti yang kau ingini. Hukum ini juga berlaku bagi
setiap muslimah yang akan menjatuhkan pilihannya kepada laki-laki muslim.

Setelah tahu penjelasan hadits diatas tentu kita melihat betapa indahnya
islam sejalan dengan fitrah manusia. Karena kecenderungan merupakan hak
mutlak bagi setiap pasangan yang akan menikah untuk mengekalkan hubungan
mereka maka islampun menganjurkan agar mereka melihat (nazhar) hal-hal
yang dapat membuat mereka tertarik untuk segera menikah dan salah
satunya adalah faktor kecantikan yang dimana terkadang sangat
mempengaruhi hati atau hasrat seorang laki-laki untuk segera menikahi
wanita yang telah dilihatnya. Wallahu ‘alam.

Sumber:
– *Al Masail Masalah-masalah Agama jilid 7*, Abdul hakim Abdat, Darus
Sunnah, Jakarta, 2006.
– *Fiqh Wanita*, Syaikh Kamil Uwaidah, Pustaka Kautsar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s