KENALI PENYAKIT PADA BAYI DAN BALITA

Kita dan anak – anak memang tank tinggal didunia yang steril. Sesehat apapun si kecil ketika dilahirkan, atau seteliti apapun kita menjaga kebersihannya setelah lahir, suatu ketika dia akan mengalami masa jatuh sakit.

Memang tiap anak – anak mempunyai daya tahan yang berbeda – beda terhadap serangan suatu penyakit. Ada anak yang sering sakit – sakittan atau kecenderungan sakitnya lebih besar daripada yang lain. Juga ada yang bila jatuh sakit kelihatan lebih parah daripada anak lain.

Penelitian mengungkapkan selain perbedaan sifat fisik yang merupakan bawaan , dan faktor gizi, hal itu boleh jadi disebabkan pula oleh faktor psikologis. Anak – anak yang selama dikandungan mengalami kondisi kurang menguntungkan ( misal kehadiranya kurang diharapkan atau ibu mengalami kecemasan yang terus – menerus ), atau dilahirkan dengan susah payah, setelah lahir cendrung  kurang mampu menyesuaikan diri dangan lingkungan baru. Sebaliknya anak – anak yang cukup mendapatkan gizi dan perawatan, baik sebelum maupun setelah dilahirkan cendrung lebih sehat dan jarang sakit.

Faktor psikologis yang kurang menguntungkan setelah kelahiran juga memunculkan kecendrungan  anak untuk sakit – sakitan. Umpamanya bayi yang gelisah dan mudah terpengaruh lingkungan, biasanya memperlihatkan kesulitan dalam pola makan dan gangguan pencernaan hingga gampang sakit. Anak – anak yang dibesarkan  dalam suasana keluarga yang ketat dan keras cenderung lebih sering sakit di banding anak – anak dari keluarga demokratis. Anak – anak yang pada tahun pertamanya kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dengan rasa keibuan juga cendrung gampang sakit.

Namun demikian, normal jika sikecil yang pesikis dan fisiknya begitu sehat tahu – tahu terserang suatu penyakit, entah ringan ataupun berat. Pada dasarnya, sejak tahun pertama hingga tahun ke-8, anak – anak memang rentan terhadap penyakit. Itulah mengapa kita harus  memenuhi jadwal imunisasi sikecil, selain juga mengenali tanda dan gejala penyakit yang jadi langganan mereka.

*KOLIK

Penyakit ini hanya menyerang pada bayi umur 10 sampai 3 bulan. Sebetulnya, kolik adalah kram atau kejang usus. Banyak yang mengidentikan kolik dengan tangis bayi tanpa sebaba pada jam – jam yang sama setiap hari. Biasanya berlangsung pada sore menjelang malam.

Tangis kolik dapat dibedakan dari tangis lainya karena sangat keras dan disertai jeritan, serta secara periodic: suatu saat timbul, suatu saat hilang tapi hanya satu atau dua menit, lalu menagis lagi. Kadang, diikuti gerakan tangan bayi kearah perut, badan mengencang, dan buang angin.

Apa penyebab kolik, hingga kini belum diketahui seluruhnya. Salah satu yang dianggap umum adalah sistem pencernaan bayi belum sempurna. Akibatnya, ketika menyusui asi atau dari botol, bayi terlalu banyak menelan udara hingga perutnya kembung.

Pencegahan

Setelah menyusui, jangan lupa untuk membuat bayi bersendawa atau kentut sesering mungkin. Bila kolik sering berulang setelah usia 3 bulan, sebaiknya bayi diperiksakan ke dokter. Apalagi bila disertai demam karena hal itu mungkin bukan semata – mata disebabkan banyak gas diperutnya

*PILEK

Pilek biasanya diawali tenggorokan gatal yang kadang menyebabkan batuk kering. Tak tertutup kemungkinan suhu tubuh ikut meningkat hingga demam. Selanjutnya dari hidung keluar ingus jernih yang lama – kelamaan mengental. Meski umumnya pilek disebabkan virus influenza, adakalanya gangguan ini terjadi karena alergi rhinitis ( radang selaput lendir hidung ). Alergi timbul akibat reaksi terhadap bahan tertentu, seperti bulu hewan, debu, atau kapas/kapuk. Bedanya pilek karena alergi terjadi tanpa disertai demam atau infeksi. Karena itu pilek jenis ini tak perlu terlalu dirisukan, tapi jika sangat mengganggu bawalah ke dokter.

-Pencegahan

pilek akibat alergi rhinitis dapat dicegah dengan meminimalisir atau menjauhi sumber pemicu alergi.  Bila  anak alergi debu jaga kebersihanya gunakan kasur per atau kasur busa. Pilek akibat virus influenza dapat dicegah dengan kebiasaan makan – makanan yang bergizi dan beraktivitas fisik yang sehat serta teratur dan istirahat yang cukup agar kondisi tubuhnya selalu fit.

*INFLUENZA

Umumnya orang menyamakan pilek dangan influenza, padahal keduanya bisa dibedakan. Penderta flu mengalami demam tinggi sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta batuk dan pilek. Flu sangat cepat menular melalui udara yang tercemar oleh tetesan cairan saat penderita bersin atau batuk. udara dengan cairan yang mengandung bibit penyakit flu madah terhisap anak saat bernafas. Atau bisa jadi bibit penyakit hinggap dibenda – benda yang kemudian disentuh anak dan masuk ketubuhnya melalui tangan.

-Pencegahan

Anak yang sedang flu harus banyak istirahat, dan banyak minum air. Tambahkan lebih banyak vitamin c jika ia demam beri obat penurun panas sesuai patunjuk pemakaian. Batuk dapat dikurangi dengan minum sari buah yang manis dan agak panas semisal air jeruk yang diberi madu, jika dalam 2-3 hari demam tidak turun segera bawa ke dokter.

*BATUK

Batuk sebenernya merupakan refleks dari tubuh untuk mengeluarkan sesuatu ayng ada di saluran nafas. Sesuatu itu bisa lendir atau benda yang membuat tubuh berusah mengeluarkan benda -benda asing tersebut. Batuk pada batita paling banyak terjadi akibat infeksi saluran nafas dan alergi. Ada dua infeksi saluran nafas yaitu infeksi saluran nafas atas dan infeksi saluran nafas bawah. Batuk karena infeksi saluran nafas atas biasanya lebih ringan, misal karena flu amandel, radang tenggorokan. Sementara batuk karena infeksi saluran nafas bawah biasanya agak lebih berat, seperti pada penderita pneumonia ( radang paru ).

-Pencegahan

Agar anak tidak menderita batuk sebaiknya kondisi daya tahan tubuh anak diperkuat dengan memberikan  asupan makanan dan gizi yang baik. Namun apabila sudah terserang batuk segera bawa ke dokter agar mendapatkan pengobatan yang cepat, karena apabila tidak diobati dengan cepat batuk dapat menjadi parah. Jagalah kesehatan keluarga dengan pola hidup yang sehat.

 

Mencegah lebih baik dari pada mengobati


 

Disalin dari Nakita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s